Rabu, 15 Februari 2012

MENULIS FEATURES



Mengapa feature?

Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga:
  • Stright/spot News -- berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news)
  • News Feature -- memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi.
  • Feature -- bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.

Dalam persaingan media yang kian ketat tak hanya antar media cetak melainkan juga antara media cetak dengan televisi, straight/spot news seringkali tak terlalu memuaskan. Spot news cenderung hanya berumur sehari untuk kemudian dibuang, atau bahkan beberapa jam di televisi. Spot news juga cenderung menekankan sekadar unsur elementer dalam berita, namun melupakan background.

Kita memerlukan berita yang lebih dari itu untuk bisa bersaing. Kita memerlukan news feature -- perkawinan antara spot news dan feature.

Karena tradisi ini relatif baru, kita perlu terlebih dulu memahami apa unsur-unsur dan aspek mendasar dari feature.

Apakah feature?

Inilah batasan klasik mengenai feature: ''Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.''

Kreatifitas


Berbeda dari penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan reporter ''menciptakan'' sebuah cerita.

Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat -- karangan fiktif dan khayalan tidak boleh -- reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, kemudian setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu, ia menulis.

Subyektifitas


Beberapa feature ditulis dalam bentuk ''aku'', sehingga memungkinkan reporter memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak reporter, yang dididik dalam reporting obyektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak dibaca.

Tapi, reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu. Kesalahan umum pada reporter baru adalah kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan dengan gaya ''aku''. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ''Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.''

Informatif


Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran. Misalnya tentang sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam tutup.

Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam bentuk-bentuk lain. Ada banyak feature yang enteng-enteng saja, tapi bila berada di tangan penulis yang baik, feature bisa menjadi alat yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk menciptakan perubahan konstruktif.

Menghibur


Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi suratkabar untuk bersaing dengan media elektronika.

Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa ''mengalahkan'' wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. Wartawan radio dan TV bisa mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Sementara itu wartawan koran sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, pembacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian -- setelah koran diantar.

Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan saingannya, radio dan TV, dengan cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in-depth) mengenai cerita yang didengar pembacanya dari radio.

Dengan patokan seperti ini dalam benaknya, reporter selalu mencari feature, terhadap berita-berita yang paling hangat. Cerita feature biasanya eksklusif, sehingga tidak ada kemungkinan dikalahkan oleh radio dan TV atau koran lain.

Feature memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, skandal, bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita, feature bisa membuat pembaca tertawa tertahan.

Seorang reporter bisa menulis ''cerita berwarna-warni'' untuk menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap kasus, sasaran utama adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal yang baru dan segar.

Awet


Menurut seorang wartawan kawakan, koran kemarin hanya baik untuk bungkus kacang. Unsur berita yang semuanya penting luluh dalam waktu 24 jam. Berita mudah sekali ''punah'', tapi feature bisa disimpan berhari, berminggu, atau berulan-bulan. Koran-koran kecil sering membuat simpanan ''naskah berlebih'' -- kebanyakan feature. Feature ini diset dan disimpan di ruang tata muka, karena editor tahu bahwa nilai cerita itu tidak akan musnah dimakan waktu.

Dalam kacamata reporter, feature seperti itu mempunyai keuntungan lain. Tekanan deadline jarang, sehingga ia bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara cermat dan menulisnya kembali sampai mempunyai mutu yang tertinggi.

Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cukup. Profil seorang kepala polisi mungkin baru bisa diperoleh setelah wawancara dengan kawan-kawan sekerjanya, keluarga, musuh-musuhnya dan kepala polisi itu sendiri. Diperlukan waktu juga untuk mengamati tabiat, reaksi terhadap keadaan tertentu perwira itu.

Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting -- fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, disampil tetap tidak meninggalkan unsur informatifnya). Karena penakanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna (colourful).

Teknik penulisan feature


Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah.

Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.

Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar, karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera menerobos aturan itu.

''Piramida terbalik'' (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah -- hingga mudah untuk dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Terutama bila urutan peristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik.

Jenis-jenis Feature


Feature kepribadian (Profil)
Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara dramatik, melalui berbagai liku-liku, kemudian mencapai karir yang istimmewa dan sukses atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna. Agar efektif, profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tanggal penting dari kehidupan si individu. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu. Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini seringkali harus mengamati subyek mereka ketika bekerja; mengunjungi rumah mereka dan mewawancara teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka. Profil yang komplit sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subyek yang bisa menggambarkan dengan pas karakternya. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh.
Banyak sumber yang diwawancara mungkin secara terbuka bernai mengejutkan Anda dengan mengungkap rahasia pribadi atau anekdor tentang si subyek. Tapi, banyak sumber lebih suka meminta agar identitasnya dirahasiakan. Informasi sumber-sumber itu penting untuk memberikan balans dalam penggambaran si tokoh.

Feature sejarah
Feature sejarah memperingati tanggal-tanggal dari peristiwa penting, seperti proklamasi kemerdekaan, pemboman Hiroshima atau pembunuhan jenderal-jenderal revolusi. Koran juga sering menerbitkan feature peringatan 100 tahun lahir atau meninggalnya seorang tokoh. Kisah feature sejarah juga bisa terikat pada peristiwa-peristiawa mutakhir yang memangkitkan minat dalam topik mereka. Jika musibah gunung api terjadi, koran sering memuat peristiwa serupa di masa lalu.
Feature sejarah juga sering melukiskan landmark (monumen/gedung) terkenal, pionir, filosof, fasilitas hiburan dan medis, perubahan dalam komposisi rasial, pola perumahan, makanan, industri, agama dan kemakmuran.
Setiap kota atau sekolah memiliki peristiwa menarik dalam sejarahnya. Seorang penulis feature yang bagus akan mengkaji lebih tentang peristiwa-peristiwa itu, mungkin dengan dokumen historis atau dengan mewawancara orang-orang yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa bersejarah.

Fature petualangan

Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan -- mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat terbang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia pengalaman ikut dalam peperangan. Dalam feature jenis ini, kutipan dan deskripsi sangat penting. Setelah bencana, misalnya, penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekontruksikan peristiwa itu sendiri. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi -- momen yang paling menarik dan paling dramatis.

Feature musiman

Reporter seringkali ditugasi untuk menulis feature tentang musim dan liburan, tentang Hari Raya, Natal, dan musim kemarau. Kisah seperti itu sangat sulit ditulis, karena agar tetap menarik, reporter harus menemukan angle atau sudut pandang yang segar. Contoh yang bisa dipakai adalah bagaimana seorang penulis menyamar menjadi Sinterklas di Hari Natal untuk merekam respon atau tingkah laku anak-anak di seputar hara raya itu.

Feature Interpretatif

Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detil terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah organisasi, aktifitas, trend atau gagasan tertentu. Misalnya, setelah kisah berita menggambarkan aksi terorisme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik dan tujuan terotisme.
Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk menangkal perampokan. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal perampok bank, termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum.

Feature kiat (how-to-do-it feature)
Feature ini berkisah kepada pembacanya bagaimana melakukan sesuatu hal: bagaimana membeli rumah, menemukan pekerjaan, bertanam di kebun, mereparasi mobil atau mempererat tali perkawinan. Kisah seperti ini seringkali lebih pendek ketimbang jenis feature lain dan lebih sulit dalam penulisannya. Reporter yang belum berpengalaman akan cenderung menceramahi atau mendikte pembaca -- memberikan opini mereka sendiri -- bukannya mewawancara sumber ahli dan memberikan advis detil dan faktual.

Rujukan:
FEATURE WRITING FOR NEWSPAPER, Daniel R. Williamson 1980
REPORTING FOR THE PRINT MEDIA, Fred Fedler, 1989



Brought to you by Pena Indonesia

Teknik Penulisan Berita Radio

Pengertian

Jurnalistik berasal dari kata “du jour” yang berarti hari, sedangkan jurnal sendiri berarti catatan harian.

Memahami jurnalistik dapat dibedakan menjadi 3 sisi (Ilmu, Proses dan karya)   

Þ    Ilmu Jurnalistik adalah ilmu yang mempelajari dari ilmu komunikasi, yang   mempelajari keterampilan mencari, mengumpulkan, menyeleksi dasan mengolah informasi yang mengandung nilai berita.

Þ    Proses Jurnalistik adalah kegiatan mencari, mengumpulkan, menyeleksi dan mengolah informasi.

Þ    Karya Jurnalistik adalah uraian fakta dan atau pendapat yang mengandung nilai berita, disajikan kepada khalayak melalui media massa periodik (cetak dan elektronik). 

Berita Radio adalah informasi yang terbaru mengenai peristiwa yang baru terjadi atau opini dari sumber berita yang menarik dan berpengaruh terhadap sebagian pendengar  




Nilai berita (news value)

Unsur Nilai Berita  :
1.      Timeliness ( new, fresh, now )
Hal atau peristiwa penting itu harus   memiliki jarak waktu yang sangat dekat dengan saat penyiaran.
2.      Nearness/Proximity
Memiliki kedekatan dengan lingkun gan, situasi dan kindisi pendengar.
3.      Conflict
Adanya unsur Konflik merupakan berita yang menarik.
4.      Prominence
Hal yang unggul, ternasuk orang benda dsb
5.      Government Action
Tindakan pemerintah menjadi berita yang baik, karena menyangkut kebijakan berkenaan dengan masyarakat
6.      Peoples Stories
7.      Human Interest
8.      Keanehan ( Oddity )
9.      Dampak ( Inpact )



Jenis Jurnalistik Radio


Jenis Berita
1.      Hard News adalah berita mengenai suatu kejadian yang baru saja terjadi atau akan terjadi dalam waktu dekat.
2.      Soft News adalah berita yang bertujuan untuk menghibur atau memberi informasi, seringkali ditekankan pada sisi human interest.


Format Berita Radio
1.      Berita Lempeng ( Straight News )
Konstruksi berita sangat dikenal dengan menggunakan rumus 5 W + 1 H. Selain aktual, harus singkat, jelas, obyektif (tanpa opini redaktur/reporter) dengan  struktur Piramida Terbalik (Inverted Pyramid )
2.      Sisipan Pernyataan Nara Sumber ( Actuality Insert/Sound Bite )
Format berita dengan menyisipkan statement atau keterangan sumber  berita, situasi kejadian. Agar lebih hidup dan menambah kredibilitas berita menghindari salah kutip dari statement narasumber.
3.      Laporan Reporter ( Voice Report/Voicer )
Laporan reporter mengenai suatu peristiwa yang disampaikan langsung dari lokasi kejadian atau rekaman sebagai bagian dari buletin berita.
4.      Wawancara ( Interview )
Tanya jawab mengenai salah satu topik berita/peristiwa aktual dan menarik yang merupakan kelanjutan atau pendalaman dari salah satu topik berita/peristiwa. Durasi wawancara maksimal 5 menit disiarkan dalam bulletin berita sebagai salah satu format. Sebagai karya jurnalisitik radio, wawancara dapat berdiri sendiri menjadi news interview.
5.      Dialog ( Dialogue )
Perbincangan menarik bersama minimal 2 nara sumber mengenai salah satu topik berita/peristiwa aktual dan menarik yang merupakan kelanjutan atau pendalaman dari salah satu topik berita/peristiwa.
6.      Komentar (  Editorial/Commentary )
Kupasan/analisa dari suatu peristiwa atau kejaidian menerik dan aktual yang menjadi pendapat/opini stasiun radio yang bersangkutan.
7.      Pendapat Pers (Pers Opinion )
Kutipan pokok darti tajuk/editorial dalam surat kabar atau majalah mengenai suatu masalah hangat yang disiarkan dalam rangkaian uraian tanpa menyertakan opini/pendapat.
8.      Flash News/Stop Press
Berita bernilai Tinggi yang disiarkan sesegera mungkin dengan menghentikan acara siaran yang sedang berlangsung tanpa harus menunggu waktu penyiaran berita utama Flash News istilah untuk radio, Stop press untuk media cetak.
9.      Breaking News
Informasi awal disampaikan reporter secsara langsung dari lapangan mengenai peristiwa/kejadian menarik yang terjadi secara mendadak. Laporan disampaikan secara singkat di sela-sela acara yang sedang berlangsung untuk kemudian dilanjutkan dengan laporan lengkap pada waktu berikutnya.

10.  Siaran Langsung
 Siaran pandangan mata suatu peristiwa penting, hangat dan aktual baik umum maupun olah raga saat peristiwa terjadi.
11.  Siaran Tunda
Siaran pandangan mata yang direkam dan disiarkan secara utuh setelah acara berlangsung.
12.  Laporan (Report )
Ringkasan suatu peristiwa hangat/aktual dan penting hasil liputan yang disiarkan setelah peristiwa terjadi. Laporan disajikan dengan kalimat bebas
menggunakan bahasa tutur, dilengkapi insert dan dapat dipadukan dengan musik dan sound effect.
13.  Malaporan Mendalam (Indepth Reporting )
Laporan analisis menampilkan rincian obyek/peristiwa dengan menggunakan bahasa aktraktif dengan sudut bahasan ( angle ) dapat lebih dari satu.
14.  Laporan Investigasi ( Investigation Reporting )
Laporan yang berusaha untuk mengungkap fakta yang tersembunyi dengan
menggunakan teknik-teknik investigasi.
            - penelitian/riset mendalam dalam waktu  lama,
            - menelusuri jejak perjalanan hidup/karier seseorang atau dokumen
            - Interview
- Methode “Crime Solving” menggunakan teknik penyelidikan secara   rahasia  
                   dengan rekaman tersembunyi


15.  Berita Kisah ( News Features )
Laporan yang menonjolkan unsur manusiawi ( human Interest ) dari sebuah peristiwa/obyek menarik yang telah menjadi berita. Pembahasan menggunakan bahasa atraktif dan idiomatik dengan struktur penulisan bebas.

16.  Dokumenter Berita ( News Dokumentary )
Berita-berita bernilai dokumenter mengenai rentetan peristiwa dengan menekankan pada fakta dan kehangatan beritanya masih dapat dirasakan.


RUMUS PENULISAN BERITA

5W + 1 H
1.            WHAT
2.            WHEN
3.            WHO
4.            WHERE
5.            WHY
6.            HOW

STRUKTUR BERITA RADIO:
1.      What is the News
2.      Set the Scene
3.      Details
4.      Context Background
5.      Minor Detail
6.      Inverted Piramid